Selasa, 31 Oktober 2017

Posted by Nama on Oktober 31, 2017 with No comments

Jenis Dan Pembagian Karakter Vokal Manusia

Dear agan-agan, 

Sebelumnya ijinkan kami memperkenalkan diri dulu. Kami adalah sebuah Production House yang fokus menangani sonic branding untuk kebutuhan promosi secara audio visual untuk berbagai perusahaan, institusi, maupun perseorangan. Salam kenal dari ane ya, agan-agan. Ane numpang ijin share tentang Jenis Dan Pembagian Karakter Vokal Manusia di forum ini. Langsung cuss aja yuukk 


Suara dihasilkan dari getaran pita suara ketika manusia berbicara atau mengeluarkan suara. Kemampuan getaran suara tersebut berbeda-beda. Beberapa orang mungkin memiliki kemampuan menggetarkan pita suara sehingga dihasilan nada suara rendah dan dalam. Sebagain yang lain mungkin saja memiliki suara tinggi. Kemampuan tersebut, harus dipahami benar oleh seorang penyanyi. Jangan sampai, nada lagu yang akan dinyanyikan melebihi atau kurang dari kemampuan asli si penyanyi tersebut.

Pembagian jenis suara/jenis vokal penting untuk diketahui. Pembagian jenis suara untuk wanita adalah :
1.) suara sopran untuk suara tinggi, 
2.) suara mezzo-sopran untuk suara sedang, 
3.) dan suara alto untuk jenis suara rendah. 

Sementara itu, pembagian jenis suara pria adalah :
1.) suara tenor untuk jenis suara tinggi, 
2.) suara bariton untuk jenis suara sedang, 
3.) dan suara bass untuk jenis suara rendah. 

Perpaduan dari jenis-jenis suara tersebut dapat menghasilkan komposisi suara yang indah danear catchy.

Posted by Nama on Oktober 31, 2017 with No comments
Berikut ini adalah istilah tanda notasi, tempo, dan musik umum

ISTILAH-ISTILAH TANDA NOTASI
Intro : permulaan lagu/musik.
Interlude : selingan melodi atau improvisasi didalam lagu/musik.
Instrument : dimainkan dengan instrumen (alat) musik.D.
(Da Capo) : tanda kembali lagi ke intro.D.S (Dal Segno) : istilah kembali lagi ke tanda D.
SFermata :berhenti dengan waktu yang tidak terikat oleh ketukan.
Clef : tanda kunci pada notasi balok (partitur/garis paranada). 
Tacet : tanda tidak dimainkan lagu/musik tetapi ketukan tetap dihitung.
Flam : tanda ornamen (hiasan) berupa not kecil di depan not lagu.
Repeat : pengulangan yang sama dengan bunyi birama sebelumnya.
Repeat and Fade : penutup lagu/musik yang terus dimainkan tanpa akhir yang terikat.
Coda : akhir lagu/musik.
Fine : akhir lagu sampai pada tulisan Fine.
D.C Al Fine : kembali ke awal dilanjutkan sampai tanda Fine.
D.C Al Coda : kembali ke awal dilanjutkan sampai tanda Coda.
D.S Al Fine : dari tanda D.S sampai Fine.
Count (C) : tanda di depan kunci yang menyatakan hitungan birama 4/4.



ISTILAH-ISTILAH MUSIK UMUM

Formula : nada-nada (not) pembentuk akord.
Voicing : pola-pola akord (Open Chord, Barre Chord, Moveable Chord).
Arpeggio : not-not akord / Formula Akord yang dimainkan satu per satu.
Triad : akord 3 nada (Akord Major, Minor, Diminished dan Augmented).
Akord Dominan : akord 4 nada (Akord 7, 9, 11, 13).
Power Chord : akord 2 nada (biasanya dimainkan dalam musik Rock).
Strum : tehnik jreng (kocokan) gitar.
Plucking : tehnik petikan gitar.
Inversi Akord : tehnik variasi pola Formula Akord pada Fretboard.
Disonansi Harmonik : memainkan akord atau nada-nada yang janggal.
Dischord : akord yang tidak harmonis.
Frase Akord : penyusunan akord-akord yang akan dimainkan.
Progresi Akord : perputaran akord dalam frase musikal.
Passing Chord : akord yang dimainkan sesaat sebelum akord utama.
Passing Note : not yang dimainkan sesaat sebelum not utama.
Akord Parsial : akord pendek (tidak semua Formula Akordnya dimainkan).Ak
ord Substitusi : akord pengganti yang lebih padat dan variatif bunyinya.
Groove : musik yang memiliki ritem dan beat yang menghentak.
Ensemble : paduan suara.
Aransemen : menyusun komposisi musik.Genre : aliran-aliran musik.
Timing : tehnik memainkan nada pada hitungan beat (ketukan).
Melodious : musik yang banyak menonjolkan unsur melodi.
Ritmik : musik yang banyak menonjolkan unsur ritem (irama).
Dinamis : musik yang banyak variasi ritem, melodi, birama dan tempo.
Jam : improvisasi spontan.
Comping : memainkan akord latar dengan gitar.
Lead (solo) : bermain menonjol untuk memimpin komposisi musik.
Fingerstyle : gaya permainan gitar dengan menggunakan petikan jari.
Fingerboard : fret-fret pada gitar.
Picking : tehnik memetik gitar dengan pick (klaper).
Metronome : alat elektronik untuk memandu tempo dan birama.
Session : berkumpulnya musisi untuk bermain improvisasi (jam session).
Sound : karakter suara yang dikeluarkan oleh instrumen musik atau vocal.
Loud : volume musik yang keras.
Boomy : musik yang memiliki sound bass yang menghentak.
Warm : sound tanpa treble pada amplifier.
Tube : sound yang terdengar seperti di dalam tabung.
Volume : tingkat (level) keras tidaknya suara yang dibunyikan.
Amplifier : alat elektronik yang dapat menghasilkan sound (suara).
Mood : suasana hati saat bermain musik.
Head (Riff) : bagian utama lagu/musik.
Lick : frase musikal singkat.
Tone : nada atau not.
Semitone : setengah nada.
Monofonik : nada tunggal (single note).
Homofonik : terdapat nada-nada yang berpasangan.
Polifonik : terdapat banyak nada yang dibunyikan.
Resital : pertunjukkan musik yang hanya dimainkan oleh satu orang.
Duet : pertunjukkan musik yang dimainkan oleh dua orang.
Trio : pertunjukkan musik yang dimainkan oleh tiga orang.
Band : grup musik yang terdiri dari vocal, gitar, bass, drum, piano, dll …
Feel : menggunakan perasaan saat bermain musik.Soul : Penjiwaan lagu/musik.
Walking : bermain musik dengan berputar-putar di banyak nada/akord.
Master (Maestro) : pakar musik, orang yang ahli dalam bermusik.
Explore : memainkan musik dengan improvisasi yang padat dan luas.
Virtuoso : pemusik yang sering memainkan musik dengan tempo cepat.
Slow Hand : pemusik yang sering memainkan musik dengan tempo lambat.
Show (Tour) : pertunjukkan musik.
Sustain : bunyi not yang panjang.
Distortion : efek sound yang menghasilkan suara yang pecah dan panjang.
Bass : nada-nada yang memiliki frekuensi suara yang rendah (low).
Middle : nada-nada yang memiliki frekuensi suara yang sedang (medium).
Treble : nada-nada yang memiliki frekuensi suara yang tinggi (high).
Tuning : men-stem (mengatur) nada-nada pada alat musik.
String : senar gitar dari bahan baja (senar kawat).
Nylon : senar gitar dari bahan nilon.
Ear Training : melatih telinga untuk mendengarkan musik.
Safe : bermain aman dalam musik.
Instinct : naluri (kepekaan respon) bermusik.
Power : energi yang diperlukan untuk memainkan musik.
Idealist : orang yang memainkan musik sesuai dengan teorinya.



ISTILAH-ISTILAH TEMPO

Grave (very slow) : sangat lambat.
Largo : lebih cepat dari grave.
Lento : lebih cepat dari largo.
Adagio : lebih cepat dari lento.Largheto : lebih cepat dari adagio.
Andante (slow) : lambat.
Andantino : lebih cepat dari andante.
Maestoso : hikmat dan agung.
Moderato (medium) : sedang.
Animato : riang gembira.
Allegretto : cepat sedang.
Allegro (fast) : cepat.
Presto : sangat cepat.
Prestissimo : sangat cepat sekali.
Vivace : sangat cepat sekali.A.
 Tempo : kembali ke tempo semula.
Tempo Prima : tempo semula pada saat memulai lagu/musik.
Tempo Commondo : tempo bebas.
Rubato Tempo : kebebasan bermain tempo.

Posted by Nama on Oktober 31, 2017 with No comments

MENGENAL NOT BALOK


1) Notasi Angka
Notasi angka adalah sistem penulisan lagu yang menggunakan simbol angka-angka. Angka-angka yang dipakai adalah sebagai berikut.
 1      2     3      4      5      6     7
do    re    mi    fa    sol    la    si
(0) angka nol sebagai tanda diam atau istirahat
Dalam perkembangannya, notasi angka kurang efektif karena tidak memiliki patokan tinggi nada yang tetap. Notasi angka lebih cocok dipakai dalam pembelajaran vokal (menyanyi).

2) Notasi Balok
Notasi balok adalah simbol atau tanda untuk menyatakan tinggi rendahnya suara yang diwujudkan dengan gambar. Notasi balok disebut juga notasi mutlak karena mempunyai patokan tinggi nada yang tetap (a = 440 Hz) sehingga sangat efektif digunakan dalam bermain musik.
Bagian-bagian notasi balok dibagi menjadi tiga, yaitu bendera, tangkai, dan kepala.

Notasi balok juga dirincikan sebagai berikut.
a) Bentuk, Nama, Harga, dan Nilai-Nilai Nada
Berikut ini bentuk, nama, harga, dan nilai-nilai notasi balok.

Penulisan notasi balok diletakkan pada tempat not yang disebut garis paranada. Garis paranada terdiri atas lima buah garis sejajar yang sama panjangnya. Jaraknya bernomor dari bawah ke atas, yaitu 1, 2, 3, 4, 5. Selang atau jarak antara dua buah garis notasi disebut spasi.
      
Tempat dan tinggi setiap nada yang terletak pada garis paranada tetap dan tidak dapat diubah-ubah.
––––––––––– Garis ke-5
Spasi ke-4
––––––––––– Garis ke-4
Spasi ke-3
––––––––––– Garis ke-3
Spasi ke-2
––––––––––– Garis ke-2
Spasi ke-1
––––––––––– Garis ke-1
Cara penulisan notasi balok pada garis paranada adalah sebagai berikut.
(1) Bagian kepala notasi miring ke kanan atas.
Contoh:

(2) Arah tiang tegak lurus dua setengah spasi.
Contoh:

Advertiser

(3) Notasi di bawah garis ketiga, arah tiang ke atas, dan notasi di atas garis ketiga, arah tiang ke bawah.
Contoh:

(4) Notasi pada garis ketiga, arah tiang boleh ke bawah atau ke atas.
Contoh:

(5) Bendera notasi, baik tangkai ke atas maupun ke bawah selalu ke arah kanan dengan panjang kurang lebih dua spasi.
Contoh:

(6) Beberapa nada dalam satu ketuk benderanya dapat disatukan jika masih dalam satu birama.
Contoh:

(7) Apabila garis paranada tidak cukup, dapat menambah garis bantu (garis penolong).

Dalam sebuah lagu, kita sering menjumpai satu atau lebih titik di belakang notasi. Titik di belakang notasi gunanya untuk memperpanjang notasi. Nilai titik adalah setengah dari notasi di depannya.
Di bawah ini adalah nilai titik di belakang notasi.

 b) Bentuk dan Nilai Tanda Diam
       Tanda diam adalah lambang yang menyatakan berapa lama harus berhenti atau beristirahat. Di bawah ini disajikan bentuk nilai dan letak tanda diam dalam garis paranada.


Sekian dari saya mengaenai materi yang saya sampaikan yaitu "Mengenal Not Angka dan Not Balok (Bentuk, Nama, Harga, Nilai Nada, Nada Diam)" semoga dapat membantu anda semua dalam pembelajaran.Dan mohon maaf bila ada kekurangan dalam penjelasan diatas, maklum saya ha manusia biasa.Terimakasih.

Senin, 30 Oktober 2017

Posted by Nama on Oktober 30, 2017 with No comments



1. Menurunkan laring Anda. Ini adalah di mana pita suara Anda terletak. Ini juga dikenal sebagai kotak suara. Ketika ia telah berada di dasar, ini adalah posisi yang optimal untuk bernyanyi. Sayangnya, saat kita bernyanyi dan bernyanyi dengan nada yang lebih tinggi, ia memiliki kecenderungan untuk meningkat.
  • Melepaskan “otot yang tertelan” adalah langkah yang baik untuk membalikkan laring yang meningkat. Jika hal tersebut tidak dapat melakukannya, Anda dapat mulai bernyanyi dengan nada yang rendah, yang juga akan membantu melepaskan laring ke bawah. Akhirnya, membuka bunyi huruf hidup Anda (seperti tersenyum) juga dapat menyebabkan laring meningkat, jadi, sebagai gantinya, berpikirlah untuk membuat bunyi tersebut lebih tinggi dan lebih sempit.[1]
  • Letakkan tangan Anda pada tenggorokkan dan rasakan laring Anda. Gerakkan lidah Anda sejauh mungkin ke belakang. Anda seharusnya akan merasakan sebuah penurunan. Secara sadar, jagalah penurunan tersebut sambil Anda menggerakkan mulut dan lidah Anda. Kemungkinan ini akan menjadi hal yang sulit pada awalnya, tetapi dengan berlatih selama beberapa menit, Anda akan dapat menurunkannya.
2. Bernapaslah dengan menggunakan diafragma Anda. Kebanyakan orang memiliki sebuah kebiasaan yang buruk untuk bernapas dengan menggunakan bagian atas paru-paru mereka. Letakkan tangan pada perut Anda dan perhatikan ia bergerak naik dan turun. Ia seharusnya mengembang dan mengencang saat Anda bernyanyi, bukan dada Anda.
  • Lanjutkan, bernyanyilah sambil berbaring! Letakkan sebuah buku pada dada Anda dan jangan membiarkannya bergerak. Ini merupakan pengingat visual, di mana Anda seharusnya bernapas dengan menggunakan diafragma.
3. Bereksperimen dengan bunyi huruf hidup. Setiap suara memiliki satu atau dua bunyi yang spesifik yang membuatnya lebih mudah untuk mencapai nada yang lebih tinggi. Saat Anda melakukan pemanasan, bereksperimenlah dengan berbagai suara yang berbeda.
  • Berpeganglah pada huruf hidup yang lebih gelap. Itu berarti "a", "e", "i", "o" dan "u". Tirulah seorang penyanyi opera jika Anda harus melakukannya. Jangan meniru orang Kanada.
4. Lakukan pemanasan. Ini mutlak dibutuhkan untuk bernyanyi dengan sehat dan memperluas jangkauan Anda. Setiap orang memiliki pemanasan favorit dan apa yang dapat bekerja untuk mereka. Lakukanlah berbagai macam pemanasan untuk menentukan apa yang paling Anda sukai.
  • Mulailah dari bagian yang paling dasar dari jangkauan Anda dan lakukan arpeggio mengarah ke atas.
  • Pada bagian jangkauan Anda yang lebih tinggi, hentikan napas Anda dengan cepat dengan membuat suara "hap" dan melepaskannya dengan suara seperti sirene "mu". Mengarahlah lebih tinggi dan lebih tinggi lagi dalam setiap putarannya.
  • Mulailah dengan sebuah not yang lebih rendah untuk membuat sebuah suara tuba, naik satu oktaf dan melepaskannya di atas dengan suara "aw" turun ke not awal (Anda boleh melakukan arpeggio jika Anda menginginkannya).
    • Ingatlah untuk menyiapkan mulut, bibir dan tubuh Anda seluruhnya untuk melakukan pemanasan yang optimal.
5. Jangan memaksakannya. Jika suara Anda menunjukkan bahwa Anda melakukannya terlalu tinggi, dengarkanlah. Menyanyi seharusnya merupakan suatu hal yang natural. Jika Anda harus memaksanya, ia akan terdengar tegang.
  • Jika mulai terasa sakit, beristirahatlah. Anda dapat memulainya kembali dalam beberapa jam, jika Anda membutuhkannya. Pita suara sama seperti otot lainnya. Mereka membutuhkan waktu agar terbiasa dengan latihan yang Anda bebankan terhadapnya.

Posted by Nama on Oktober 30, 2017 with No comments



PEMBENTUKAN SUARA



Salah satu cara untuk mendapatkan suara yang bulat itu adalah sebagai berikut:
a. Ucapkan A dengan membuka mulut dan menurunkan rahang bawah. Bagian belakang mulut akan terbuka, dan bagian depan mulut pun terbuka pula.
b. Ucapkan O juga dengan menurunkan rahang bawah. Bagian depan mulut terbuka, akan tetapi tenaga bibir atas dan bawah berbentuk bulat.
c. Dengan bentuk mulut untuk ucapan O ini, ucapkanlah A. Dengan demikian bagian belakang mulut terbuka sehingga dapat mengeluarkan bunyi vokal A yang penuh dan bulat.

1. Artikulasi
Artikulasi suara adalah cara mengucapkan kata-kata sambil bersuara. Dan meningkatkan artikulasi yang jelas artinya meningkatkan cara pengucapan kata-kata agar mudah di mengerti. Pengertian serupa juga diterangkan dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, dinyatakan bahwa artikulasi adalah bunyi bahasa yang terjadi karena gerakan alat ucap.

2. Resonansi
Resonansi adalah ikut bergetarnya sebuah benda lain akibat getaran benda yang utama. Bila dikaitkan dengan dengan suara manusia, maka suara yang dihasilkan oleh pita suara akan diperkuat oleh udara yang ada di dalam rongga dan dinding-dinding resonansi itu sendiri berupa getaran-getaran pada tulang rongga resonansi tersebut. Yang termasuk suara resonansi adalah rongga tenggorokan, rongga mulut, rongga hidung, dan rongga dada.

 Panduan dalam bernyanyi
Dalam bernyanyi sebaiknya kita perlu mengetahui hal-hal dalam bernyanyi, diantaranya adalah :

1. Pengetahuan tentang nada atau paham dengan nada
Pengetahuan tentang nada merupakan indikator yang penting bagi siswa yang akan melakukan pembelajaran bernyanyi, terutama untuk mengetahui wilayah nada atau rentang nada yang dimiliki. Dengan mengetahui wilayah nada, maka seseorang dapat menentukan dimana nada dasar yang cocok dalam membawakan sebuah lagu.

2. Memahami tempo atau ketukan lagu
Dalam hal ini seorang yang akan bernyanyi apabila tidak paham dan tidak dapat mengikuti tempo serta ketukan lagu yang akan dinyanyikan otomatis tidak akan terjadi harmonisasi antara si penyanyi dengan musiknya.
3. Pendengaran yang baik

Indera pendengaran yaitu telinga sangat berpengaruh terhadap seseorang yang akan bernyanyi, karena apabila seseorang tersebut memiliki pendengaran yang kurang bagus otomatis lagu yang akan dinyanyikan pun akan terdengar tidak bagus disebabkan penyanyi tidak dapat mengikuti tempo dan mengetahui nada dari suatu lagu tersebut.
Latihan pendengaran bertujuan untuk menimbulkan kepekaan pendengaran penyanyi terhadap pitch nada yang berasal dari sebuah alat musik yang standar.

4. Memahami pitch yang tepat
Pitch adalah tingkat ketinggian nada yang sesuai dengan patokan tinggi rendah nada yang sudah baku atau standar. Maka pitch nada yang standar biasanya terdapat pada alat musik yang sudah memiliki nada-nada yang absolut (tone yang tak berubah-ubah).
Suatu lagu yang dinyanyikan atau dimainkan dengan intonasi yang tepat, artinya nada-nada yang dibunyikan dengan pitch yang tepat. Bunyi nada yang tepat akan menghasilkan suara yang jernih, nyaring serta enak didengar.

5. Memahami pernapasan dalam bernyanyi
Pernapasan dalam bernyanyi berbeda dengan pernapasan untuk keperluan berbicara sehari-hari. Karena pernapasan untuk keperluan bernyanyi harus dipikirkan sesuai kebutuhan bernyanyi dengan volume udara yang dihirup.
Selain itu pernapasan dalam bernyanyi dilakukan dengan menghirup udara sebanyak-banyaknya dan secepat-cepatnya kemudian berhenti sejenak setelah itu dikeluarkan perlahan-lahan dan hemat.
Di dalam bernyanyi kita perlu melakukan persiapan sebelum bernyanyi diantaranya adalah sebagai berikut :
a) Sebelum bernyanyi terlebih dahulu kita memperhatikan posisi dalam bernyanyi, yaitu posisi yang bagus adalah dengan berdiri tegak.
b) Melakukan latihan-latihan yang bertujuan untuk pembentukan suara dan melatih keluwesan pita suara.
Latihan 1
Do = C, Cis, D, Dis, E, F, Fis, G
1 2 3 4 5 4 3 2 1 2 3 4 5 4 3 2
Na Na Na Na Na Na Na Na Na Na Na Na Na Na Na Na
Ma Ma Ma Ma Ma Ma Ma Ma Ma Ma Ma Ma Ma Ma Ma Ma
1 . 0 0
Na Na Na Na
Ma Ma Ma Ma
Latihan 2
Do = C, B, Bes, A, As, G
5 4 3 2 1 2 3 4 5 4 3 2 1 2 3 4
No No No No No No No No No No No No No No No No
Yo Yo Yo Yo Yo Yo Yo Yo Yo Yo Yo Yo Yo Yo Yo Yo
5 . 0 0
No No No No
Yo Yo Yo Yo
Latihan 3
Do = C, Cis, D, Dis
1 3 2 4 3 5 4 2 1 . 0 0
Mi Mi Mi Mi Mi Mi Mi Mi Mi Mi Mi Mi
Latihan 4
Do = G, A, B, C, D
1 0 3 0 5 0 1 0 5 0 3 0 1 0 3 0 5 0
Na Na Na Na Na Na Na Na Na
1 0 5 0 3 0 1 . 0
Na Na Na Na




Selain itu ada juga beberapa hal yang harus diperhatikan sewaktu kita bernyanyi yang tujuannya agar dalam bernyanyi akan didapatkan suara yang baik dan bagus.
a. Bernyanyi dapat dilakukan sambil duduk atau berdiri. Namun untuk mencapai keleluasaan bergerak, maka sebaiknya bernyanyi dilakukan dalam keadaan berdiri.
b. Baik dalam keadaan berdiri maupun duduk, posisi badan harus tetap tegak dengan memperhatikan posisi tulang punggung.
c. Pada saat bernyanyi, kepala hendaknya direndahkan sedikit kearah muka. Dengan demikian urat-urat leher tidak akan menjadi tegang saat bernyanyi.
d. Pada saat bernyanyi mesti diperhatikan tata gerakan tubuh yang tidak berlebihan. Untuk menyalurkan berat badan agar seimbang hendaknya kedua belah kaki sedikit agak direngganggakan satu sama lainnya.
e. Lakukanlah bernyanyi dalam keadaan santai dengan cara membuang semua beban yang tidak perlu, baik beban yang bersifat jasmani (lesu, lelah, lapar, dan lain sebagainya) maupun beban yang bersifat rohani (takut, tegang dan lain sebagainya).

Senin, 09 Oktober 2017

TEKNIK VOCAL DAN PEMANASAN

Posted by Nama on Oktober 09, 2017 with No comments
Ini juga beberapa teknik vocal yg baik dan benar!


A.      Menghirup udara:
Ø  Sikap berdiri tegak
Ø  Salah satu tangan berada di pinggang
Ø  Tangan lainnya menekan pusar
Ø  Dengan meniru bentuk mulut ikan hirup udara 
pelan-pelan dengan menggunakan hidung dan mulut.
 Bayangkan bahwa anda sedang mencoba mengenali 
aroma suatu parfume
Ø  Selama proses pengisian udara berlangsung, bayangkan
 bahwa tubuh anda ibarat balon yang mengembang karena diisi udara


B.      Mengeluarkan udara:
Ø  Mengeluarkan udara yang telah diambil dengan menggunakan konsonan “sh”.
Ø  Menengkan seseorang bayi yang sedang menangis
Ø  Menirukan bunyi lebah
Ø  Membayangkan sedang meniup balon yang melayang di udara agar tidak terjatuh ke tanah.
Ø  Mengaktifkan diafragma: tertawa dengan bebas ibarat seorang Santa Klaus tengah tertawa ho-ho-ho-ho-ho


Berikut ini adalah 10 tips untuk suara yang sehat yang diberikan Norman Hogikyan:
1.       Banyak mium air, hindari alcohol dan kafein
2.       Lakukan istirahat berbicara beberapa kali setiap hari terutama jika telah dipergunakan secara ekstensif
3.       Jangan merokok
4.       Jangan menyalahgunakan suaramu
5.       Biarkan otot leher dan tenggorokanmu relax meski sedang menyanyi nada tinggi atau rendah
6.       Perhatikan caramu berbicara setiap hari
7.       Jangan batuk terlalu sering
8.       Ketika sakit, hemat suara
9.       Ketika berbicara pada kelompok besar diluar gedung pertimbangkan penggunaan pengeras suara
10.   Lembabkan udara ramah dan ruang kerjamu.



Nada adalah bunyi yang memiliki gerakan teratur tiap detiknya
Sifat nada ada 4:

1.       PITCH, ketepatan jangkauan nada
2.       DURASDI, lamanya sebuah nada harus dibunyikan
3.       INTENSITAS NADA, keras lembutnya nada yang harus dibunyikan

4.       TIMBRE, warna suara yang berbeda tiap tiap orang

TEKNIK VOCAL YANG BAIK

Posted by Nama on Oktober 09, 2017 with No comments
Hai!! The bellas, kali ini kita akan memberitahukan kalian teknik vocal yg baik dan benar! Yuk let’s see that!


Teknik Bernyanyi/Vokal
Teknik Vokal merupakan cara dalam memproduksi suara yang baik
 dan benar, sehingga suara yang keluar terdengar  jelas, indah, merdu
, dan nyaring. Berikut ini dijabarkan tentang pemanasan, sikap tubuh
 dan kondisi saar bernyanyi, teknik pernafasan penguasaan artikulasi
 (pengucapan kata), intonasi(penguasaan notasi), teknik vibra.


A.      PEMANASAN
Pemanasan bertujuan untuk mempersiapkan seluruh organ tubuh yg 
terlibat dalam proses bernyanyi, sehingga dapatmemproduksi suara 
yg optimal. Berikut langkah-langkahnya:
1.       Lakukan peregangan : hal ini bertujua untuk membuat tubuh rileks.
 Seperti memutar-mutar kepala, pundak, pergelangan tangan, pinggang, dan kaki

2.       Lakukan olah pernapasan :
Ø  Menarik napas dalam-dalam langsung ke diafragma, kemudian tahan selama 3 detik, kemudian keluarkan tanpa mengeluarkan suara
Ø  Menarik napas dalam-dalam  tahan tahan 3 detik kemudian keluarkan dengan membunyikan “ssss” sampai habis
Ø  Menarik napas dalam-dalam tahan 3 detik lalu langsung buang dengan membunyikan “HAH” dengan suara lantang dengan intonasi tinggi rendah.
Ø  Menirukan napas anjing “hah hahh hah hah…”
Ø  Tertawa bebas seperti santa clause “ho-ho-ho”




B.      TEKNIK PERNAPASAN

1.       Pernafasan dada
2.       Pernafasan perut
3.       Pernafasan diafragma


                              
C.      EMPATA HAL YG PERLU DIINGAT BAIK-BAIK DALAM MELATIH PERNAFASAN
1.       Postur tubuh yg terkoordinasi dengan baik perlu tetap dipertahankan.
2.       Mengambil napas yg benar tidak berbunyi.
3.       Pada saat mengeluarkan udara posisi dada harus tetap terjaga.
4.       Pada setiap pengambilan nafas, tulang rusuk dibagian bawah haruslah mengembang.